hormat grraakk..

hormat grraakk..
Google
 

Pajak atas Sewa Bangunan dan/atau Tanah

ini tulisan berdasarkan request dari thalique, kayaknya dia mau punya usaha rumah kos-kosan, he.he.he (just kidiing,like tukul said).

untuk enak bahasnya kita pake contoh kasus aja, mba Titi (sudah punya NPWP) punya apartemen yang disewain, terus ada yang mau nyewa dari PT. Tukul Indah. Disepakati harga sewa adalah Rp. 20 juta per tahun dan dimulai tanggal 13 Agustus 2007. Terus apa sih yang harus dilakukan mba Titi dan PT Tukul Indah (TI) ?

PT TI akan memotong PPh dari sewa tersebut sebesar 10%, atau sebesar 2 juta, dan bersifat final. Jadi mba Titi hanya akan menerima uang sebesar 18 juta dan Bukti potong dari PT TI sebesar 2 jt.

Apa sih maksudnya bersifat final, artinya dalam laporan SPT Tahunan Mba Titi, penghasilan yang didapat dari sewa tersebut tidak ditambahkan ke dalam penghasilan utama mba Titi. Ini diasumsikan pekerjaan utama mba Titi bukan dibidang persewaan tanah/bangunan.

Sedangkan PT TI akan melaporkan pemotongan tersebut dalam SPT PPh Masa pasal 4 ayat (2).Selain itu juga PT TI wajib membayarkan ke negara sejumlah 2 juta tersebut. PT TI harus membayarkan ke kas negara menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) paling lambat tanggal 10 September 2007 dan untuk melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 September 2007.

12 comments:

~ d'meL ~ said...

kalo mba titinya gak punya npmw alias bukan wp gmn

q tunggu infonya di www.elforeni.blogspot.com

maturnuwun

Fery Corly said...

ya itu kerugian yg ditanggung mba titi, soalnya kan wajib punya NPWP kalo udah ada penghasilan mba mel..

andra said...

Kalau misalnya PT TI itu sudah keburu bayar 20 juta ke mba titi, terus nanti dipotongnya sama mba titi atau gimana?

IndonesianTax said...

to andra, kalo udah keburu dibayar yg 20 jt, mba titi bisa setorkan sendiri yg 2 jutanya itu dengan menggunakan SSP.

Anonymous said...

tapi pt ti harus melampirkan bukti setoran mba titik. sedangkan bak titik nya gak tau apa2.

Anonymous said...

Artinya Urusan dengan pajak itu repot dan ruweet. Persoalan yang mudah jadi rumit.....

Anonymous said...

Mau nanya nih mas masalah sewa bangunan, misal saya punya pabrik PT.KALENG kemudian saya menyewakan pabrik tsb pada si B
si B mengoperasikan pabrik tsb tanpa merubah nama PT.KALENG dan menggunakan semua sumber daya yang ada dlmnya. Pertanyaannya apakah semua masalah perpajakan PT.KALENG menjadi tanggung jawab si B ?? ataukah masih menjadi tanggung jawab saya sebagai pemilik ? Thanks sebelumnya

Indonesiantax said...

kalo yg mengoperasikan pt kaleng masih menggunakan NPWP pt kaleng,maka yg bertanggung jawab adalah pt kaleng,tapi kalo udah pake npwp sendiri sudah bukan tanggung jawab pt kaleng lagi

parwati said...

formulir apa saja yang harus diisi untuk membayar pajak sewa...jika sebagai penyewa??? thanks for answer

indonesiantax said...

to Parwati : formulir yg harus diisi sebagi penyewa adalah : bukti potong untuk pemilik gedung, SPT masa PPh pasal 4 ayat 2, dan SSP untuk pembayarannya

irmasafitri76 said...

Apabila PT TI sudah terlanjur membayar 20 juta, dan mba titi tidak menyetorkan pphnya,maka kewajiban pajak ada di pihak siapa?ketika PT.TI yg merupakan badan usaha diperiksa oleh kantor pajak

uii profile said...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii :)